Oray-orayan

Oray-orayan luar leor mapay sawah
Entong ka sawah parena keur sedeng beukah
Oray-orayan luar leor mapay sawah,
Entong ka sawah parena keur sedeng beukah,

Mending ge teuleum,
Di leuwi loba nu mandi,
Saha nu mandi,
Anu mandina pandeuri……….
Kok…….kok………kok…….

Itu tuh salah satu kakawihan atau nyanyian masyarakat Sunda. Nah, dulu sih, lagu ini tuh dinyanyikan saat anak-anak bermain “oray-orayan”. Nah, gak tau lagi deh pasti, permainan kayak apa sih oray-orayan itu?

Permainan tradisional oray-orayan ini dimainkan oleh sekira 5 hingga 20 anak atau lebih. Cara bermainnya ,yaitu anak-anak berbaris berurutan memanjang ke belakang, sambil berpegangan pada bahu anak (pemain) yang di depannya. Salah seorang anak bertindak sebagai pemimpin atau kepala ular, dan tangannya dalam posisi bebas. Sedangkan anak-anak lainnya bertindak sebagai badan dan ekor ular. Sambil diiringi lagu yang di atas tadi tuh, para pemain yang berjejer memanjang ke belakang ini meliuk-liuk menirukan gerakan seekor ular, mengitari arena permainan.

Waktu lagunya udah mau abis nih, pas syairnya kok….kok…..kok, menirukan suara ayam yang sedang berkokok, maka anak yang bertindak sebagai kepala ular, menangkap temannya yang berada di barisan paling belakang. Nah, begitulah seterusnya sampai semua anak habis ditangkap.

Saat kepala ular atau pemimpin permainan, menangkapi ekornya tersebut, pemain yang menjadi ekor akan merasa ketakutan dan berusaha menghindari kepalanya.

Satu Tanggapan to “Oray-orayan”

  1. hahahahahahahaha

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: